Jalan TOL DALAM KOTA sungguh tidak bersahabat!
Ini bukan keluhan, namun fakta. Dan, saya, mengalaminya.
Pagi ini, cuaca memang sangat mendukung untuk tidur terlelap dengan nyenyak. Jika tidak ada intervensi dari Ibu dan Bapa, maka saya akan terus menyelimuti badan dan pergi jauh ke pulau kapuk. Namun, kenyataan berkata lain, ini hari Selasa, bukan waktunya untuk tidur sampai siang! Dengan rasa kantuk yang ada, saya pun bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Pukul 7.10 saya udah di dalam mobil dan siap berangkat pergi ke kantor..
Masuk TOL Pondok Gede Timur keadaan masih normal. Begitu melewati gerbang Pondok Gede Barat, keadaan mulai tersendat. Saya pikir, ini normal, tersendat hingga Cawang-Tebet-Kuningan. Namun..tak disangka dan tak dingaya, ruas TOL Pondok Gede Barat hingga Gerbang TOL Halim (masuk TOL dalam kota), memakan waktu lebih kurang 2 JAM = 120 MENIT!! Waktu tempuh normal hanya 30 menit, andaikata macet pun paling lama 1 jam saja. Hari ini memang payah! Entah apa yang menyebabkan ini terjadi. Tidak ada kecelakaan, tidak ada mobil/bus/truk yang mogok, tidak ada KOMO lewat, tidak ada pejabat yang diiringi mobil-mobil penjaga, dan tidak ada hal-hal yang biasanya membuat kemacetan di jalan raya.
Selepas gerbang TOL Halim, perjalanan dilanjutkan hingga kantor, dan itu memakan waktu 1 jam. Jadi, kalau di total, perjalanan saya hari ini ke kantor membutuhkan waktu lebih kurang 3 JAM! Kalau dibuat jalan ke Bandung, pasti saya sudah sampai kota kembang tersebut. Jarak yang tidak sampai 20 km, namun waktu yang dibutuhkan sangat lama.
Dengan suksesnya, saya sampai kantor pukul 10. Padahal saya ada training pukul 9. Alhamdulilah, training belum dimulai. Jadi, walaupun saya telat sampai di kantor, saya masih bisa mengikuti training yang harus saya hadiri. Semoga, perjalanan panjang di pagi hari ini tidak terulang pada malam hari dan keesokan hari ketika saya akan pergi ke kantor.
Jakarta..Oh Jakarta..
Beban apa yang kamu tanggung?
Sehingga ketika hujan turun, engkau langsung macet tiada tara..
Hatiku merana melihat keadaanmu seperti ini..
*Curahan hati penduduk pinggiran, yang mengadu nasib di ibukota

Tidak ada komentar:
Posting Komentar