Sabtu pagi yang cerah, Saya memutuskan untuk bangun segera dari kasur untuk mandi dan siap-siap pergi ke Blitz Megaplex Grand Indonesia (GI).
Saya pikir, saya hanyalah sedikit orang yang mau meluangkan waktunya di Sabtu pagi hanya untuk menonton film gratisan! Sabtu pagi adalah waktu yang cocok untuk bersantai-santai di rumah, bermalas-malasan di depan tv, atau sekedar sarapan sambil membaca koran/majalah. Atau ini adalah waktu yang pas untuk mencuci mobil/sepeda motor miliki Anda. Film yang saya tonton tidak sekedar gratis, pemutaran di Sabtu pagi adalah pemutaran perdana.
Ketika saya sampai, waktu menunjukkan pukul 10 dan kondisinya sudah ramai. Wah, ternyata banyak juga yah yang mau meluangkan waktunya untuk menonton film di pagi hari. Tidak hanya satu film yang diputar, tapi ada beberapa judul film yang diputar perdana pada pagi hari itu. Pemutaran perdana yang diikuti dengan acara nonton bareng dengan penyelenggara masing-masing yang pastinya bekerja sama dengan Blitz GI.
Film yang memuat informasi, pendidikan, serta hiburan menawarkan pengalaman yang berbeda-beda bagi tiap orang yang menontonnya. Dengan tata gambar, tata suara serta acting dari para aktor serta aktris membuat setiap orang menangkap pesan dari film yang diputar. Pesan yang beragam dari tiap film membuat orang tetap bersemangat untuk pergi ke bioskop. Dengan tiket yang bisa didapatkan dengan membayar atau gratis, maka kita akan mendapatkan pengalaman baru, penambahan wawasan dan juga belajar banyak hal!
Di film Pintu Terlarang yang menceritakan seorang anak kecil yang disiksa oleh kedua orang tuanya. Penyiksaan dengan kekerasan yang berakhir fatal bagi kedua orang tuanya dan juga dirinya. Kekerasan yang tidak berujung pada kebahagiaan, namun kesengsaraan bagi anak tersebut.
Kekerasan yang ditampilkan bisa jadi juga terjadi di kehidupan nyata. Sekarang ini, kekerasan digunakan di segala bidang. Tidak ada lagi cara kekeluargaan. Tidak ada toleransi, tepa selira yang harusnya menjadi pegangan setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Anak kecil, remaja, orang dewasa sudah dekat dengan kekerasan. Kekerasan dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, dari lingkungan sekolah yang seharusnya memberikan pendidikan yang baik, hingga kekerasan dari lingkungan luar. Hal tersebut terus terjadi di setiap saat. Kita bisa membaca koran, melihat televisi dan mendengar radio yang selalu up to date untuk berita kekerasan. Kekerasan ditampilkan dengan cara-cara yang keji. Cara-cara yang sudah tidak manusiawi.
Di manakah letak hari nurani seseorang hingga tega melakukan semua hal yang tidak pantas dilakukan sebagai sesama manusia?
You Reap What You've Sown : End.
17 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar