Di tahun 2008, kita sering mendengar, melihat kata Sunset Policy.
Apa sih Sunset Policy itu?
Sunset Policy adalah kebijakan pemberian fasilitas perpajakan, yang berlaku hanya di tahun 2008, dalam bentuk penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa bunga yang diatur dalam Pasal 37A Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007).
Di dalam Sunset Policy, kita sebagai orang secara pribadi bisa memanfaatkan program ini untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). NPWP adalah Nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana administratip perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan (http://www.kanwilpajakkhusus.depkeu.go.id/NPWP/NPWP.htm).
Saya sendiri tidak tahu pasti manfaat dari memiliki NPWP, yang saya tahu adalah jika kita keluar negeri dan kita memiliki NPWP, kita tidak akan membayar fiskal sejumlah Rp 2.500.000, tapi selebihnya saya tidak tahu. Mungkin, sebagai warga negara yang baik, yang sadar akan kewajibannya, wajib membayar pajak dari penghasilan yang diterima. Maka, NPWP ada untuk memfasilitasi itu semua. Berhubung saya akan segera berpenghasilan, maka saya berniat untuk memiliki NPWP. (Ingat, masih akan berpenghasilan!)
Ada kesempatan, di mana kantor pajak keliling mampir di gedung tempat saya bekerja. Namun, karena bingung dengan status pekerjaan, saya tidak mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP! Keputusan yang kurang tepat. Kapan lagi bisa mengurus NPWP tanpa perlu ke Kantor Pelayanan Pajak? Tanpa harus mengantri berpanas-panasan dan berdesak-desakan? Keputusan yang salah! Harusnya saya langsung mendaftarkan diri walaupun belum berpenghasilan tetap! Resiko yang harus ditanggung adalah saya harus membuat NPWP melalui KPP! Dan setelah Desember 2008, Sunset Policy tidak berlaku lagi.. Denda deh saya!
Namun, dibalik rasa penyesalan, karena tidak memanfaatkan KPP yang bersedia berkeliling di gedung perkantoran seantero Jakarta, masih ada harapan yang tersisa....
Siang ini, seperti siang-siang lainnya, saya menghabiskan jam istirahat untuk makan siang bersama teman-teman seperjuangan saya. Salah satu teman saya, mengajak berkunjung ke menara selatan (kantor saya di menara utara) untuk memastikan apakah di gedung sebelah terdapat kantor pajak. Setelah makan siang, saya bersama 2 teman menuju ke gedung selatan, dan ternyata di sana ada kantor pajak! Kesempatan untuk buat NPWP terbuka (walaupun belum pasti).
Kami menuju lantai di mana kantor pajak itu berada. Setelah sampai pada lantai yang dituju, dengan tidak sengaja, teman saya bertemu dengan temannya yang ternyata bekerja di kantor pajak tersebut. Maka kami berkenalan, dan setelah itu kami bertiga diminta duduk di ruang tunggu (layaknya ruang tunggu sebuah kantor, rumah dan tidak ada tanda-tanda sebagai ruang tunggu kantor pelayanan) sampai ada petugas datang untuk melayani kami.
Sekali lagi, harapan masih ada..
Seorang petugas keluar menghampiri kami. Setelah bertanya maksud kedatangan kami, ia pun berkata: "Sebenarnya, untuk pembuatan NPWP harus di KPP di dekat Komdak, tapi karena kalian temennya X, maka saya kasih keringanan untuk dibuatkan di sini. Dan hari Rabu bisa diambil NPWP-nya."
Waw! bayang-bayang buruk untuk membuat NPWP sendiri musnah sudah. Karena berkat bantuan teman (perkenalan dengan X), membuahkan hasil yang baik. Saya bersama dua orang teman, akan segera memiliki NPWP. Walaupun tidak tahu manfaat sesungguhnya. Yang penting, saya bisa tersenyum, sebagai warga negara yang baik, saya akan segera membantu negara tercinta ini melalui pembayaran pajak! (Yakin nih??!!). Jadi, karena salah satu dari kami adalah temannya X, maka kami bisa dibuatkan NPWP cuma-cuma! Dengan hanya menyerahkan fotokopi KTP. Tidak pakai antri, tidak pakai isi formulir! Jadi seneng deh! Saya mendapatkan kemudahan dengan berteman.
Berteman itu harus tulus... Ga peduli teman kita lulusan mana, daerah asalnya mana, orang tuanya siapa, umurnya berapa, warna kulitnya apa. Dengan berteman sebanyak-banyaknya, keuntungan pun akan didapatkan.
Mari..mari..kita berteman!
You Reap What You've Sown : End.
17 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar