Pengalaman memang memberikan kita pelajaran berharga.
Setelah kemarin terjebak macet selama 3 jam, maka pagi ini saya memutuskan berangkat ke kantor lebih awal. Kondisi tidak jauh berbeda, saya berangkat ditemani oleh rintikan air yang turun dari langit. Rintika-rintikan yang memberi saya harapan-harapan baru di pagi hari. Tidak boleh ada keluhan dengan keadaan yang setiap harinya merupakan berkah dari Yang Maha Kuasa.
Pagi ini, saya mendengar curahan hati Mba Sandra (bukan nama sebenarnya) yang mengudara melalui salah satu saluran radio. Mba Sandra bercerita mengenai manajer-nya yang dia sumpahi agar rumah manajer tersebut kebanjiran. Mba Sandra sebagai seorang karyawan merasa diberlakukan tidak adil. Karena, jika Mba Sandra (berserta karyawan lainnya) terlambat datang ke kantor 1 menit, maka yang terjadi adalah pemotongan gaji 1/2 bulan. Jika tidak masuk 1 hari (dengan alasan apapun), maka permotongan gaji 1 bulan.
Siapa yang tidak marah? tidak miris mendengar peraturan seperti itu? Padahal kita tahu, bahwa jalan raya di Jakarta tidak bisa ditebak. Hujan dikit, macet. Hujan besar, banjir, lalu macet. Dan kemungkinan untuk terlambat ke kantor pasti ada. Lalu, jika memang jalanan macet parah seperti kemarin, mau bilang apa?
Saya tidak bisa berbuat apa mendengar peraturan tersebut, kecuali hanya berharap bahwa Mba Sandra beserta teman-temannya tidak akan terlambat masuk ke kantor, dengan resiko yang begitu tinggi, yaitu pemotongan gaji. Alhamdulilah, peraturan di kantor saya tidak sedemikian ketatnya. Mendengar cerita Mba Sandra, saya berpikir dan berniat untuk terus tepat waktu datang ke kantor. Walaupun untuk urusan kedatangan karyawan, kantor saya sangat longgar. Dengan ke kantor lebih awal, diharapkan hati dan pikiran jauh lebih segar, sehingga akan jauh lebih semangat menjalani kegiatan selama seharian.
Ayo..ayo.. mari kita selalu semangat di setiap paginya untuk disiplin dengan waktu. Jadi ingat sebuah iklan rokok...:
"Kalo rejeki dateng dari bangun pagi ngapain juga kerja lembur?
( ) Ngapain pagi-pagi
( ) Ngapain ngelembur
You Reap What You've Sown : End.
17 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar