Senin, 02 Februari 2009

Sebuah Kisah Klasik Tante R

Di Sabtu (31/1) yang cerah, saya sudah siap meluncur ke Pla*a S*n***n untuk bertemu dengan seseorang. Pertemuan yang menurut saya unik, karena saya akan bertemu dengan orang (sebut saja Tante R) yang sudah 23 tahun tidak pernah bertatap muka dengan saya. Dalam perjalanan menuju PS, saya ditemani seorang teman (sebut saja F). Di dalam mobil, F terus bertanya tentang Tante R, bagaimana hubungannya dengan saya, tujuan dari pertemuan yang akan saya lakukan itu untuk apa, apakah Tante R bertanya saya akan datang sama siapa, dan rentetan pertanyaan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya disimpulkan oleh F, bahwa saya harus hati-hati. Kenapa harus hati-hati? Karena bisa saja Tante R akan menawarkan berbagai bisnis yang sedang marak sekarang ini.

Saya sedikit terkejut mendengar pertanyaan-pertanyaan dari F, karena saya tidak pernah terbersit bahwa Tante R memiliki tujuan yang 'berbau bisnis' pada pertemuan ini. Pikiran saya mungkin terlalu positif, sehingga yang ada dibenak saya adalah ini temu kangen antara Tante dan keponakannya. Kemungkinan yang teman saya pikirkan jadi membuat saya ragu akan pertemuan ini. Bagaimana kalau saya diajak MLM A, atau MLM B? atau dipresentasikan sesuatu? Karena mungkin saja hal itu terjadi. Saya terus berpikir positif bahwa Tante R tidak mungkin berbuat seperti itu (walaupun tidak saya hindari bahwa perkataan F juga merasuki pikiran saya).

Akhirnya pun tiba, saya bertemu dengan Tante R. Tante yang ramah, baik hati, lembut, dan sangat perhatian pada sayaaaaa.! Perkataan teman saya tidak terbukti 100%, ketakutan saya tidak ada gunanya! Saya bertemu dengan pribadi yang sangat tulus. Tante R itu adalah calon tante saya (tapi tidak jadi), namun, dia memperlakukan saya seperti benar-benar keponakannya! Kami berbincang-bincang, berbagi cerita, tertawa bersama hingga berbagi makanan bersama (tentunya teman saya ikut diajaknya). Sore yang menyenangkan. Saya bertemu dengan orang baru, namun seperti kenal sudah lama. Silaturahmi yang terjalin kembali yang membuat saya maupun Tante R merasa saling memiliki (ceileeee..gaya aaah!).

Memang tidak pernah salah untuk kita menjalin silaturahmi. Memperbanyak saudara dan saling berbagi kasih sayang. Tidak ada batasan usia, latar belakang untuk kita saling berbagi dan perhatian, yang penting adalah tulus dari masing-masing pribadi.

Saya jadi bisa mengambil hikmah dari pertemuan di Sabtu sore itu.
Pertama, terus berpikir positif, dan meyakini hal tersebut yang akan terjadi.
Kedua, bisa menerima orang baru dengan tidak melihat umur, daerah asal, dll.
Ketiga, banyak saudara itu menyenangkan lhooo..

Mari-mari bersilaturahmi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar